a
Widget Image
Salah satu sudut bazar yang bertempat di terminal Simpang Malingping *** WIDODO CH/BANTEN POS ***

Terminal Malingping Kerap Dipinjamkan Dishub Lebak Untuk Usaha EO

MALINGPING, BANPOS – Keberadaan terminal antar kota Simpang Malingping selama beberapa tahun terakhir ini selalu dijadikan ajang usaha sejenis bazar yang dikelola event organizer (EO) tertentu. Dan dalam praktiknya, stand-stand yang tersedia di bazar itu disewakan kepada para pedagang dengan harga tertentu.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Lebak, Alkadri saat dikonfirmasi melalui telepon oleh BANPOS, Senin (19/9) membenarkan tentang penggunaan terminal Malingping yang kerap dijadikan tempat bazar oleh EO tertentu itu. Namun, kata Dia, pihak pengelola EO itu melalui kepala desa Sukamanah terlebih dahulu sudah koordinasi dengan pihaknya.

“Oh iya betul, mereka selalu koordinasi dengan saya jika mau pinjam tempat untuk usaha bazar atau korsel di terminal Malingping,” ujar Alkadri.

Alkadri menjelaskan, keberadaan terminal Malingping itu memang kurang ramai, sementara disatu sisi lahan terminal itu luas dan tidak terpakai.

“Jadi kami ijinkan saja buat usaha mereka di lahan terminal itu, dan biasanya yang minta ijin ke saya itu pa Jaro Sukamanah,” kata Alkadri.

Sementara itu, Jaenudin, warga Malingping lainnya kepada BANPOS beranggapan bahwa pihak dinas perhubungan (Dishub) Lebak harusnya tidak segampang itu memberi izin peminjaman tempat, kecuali diduga ada mainnya. Masalahnya kalau tanpa ada pemasukan buat mereka.

“Ya itu mah murni usaha, stand di sini khan jumlahnya banyak dan itu disewakan kepada para pedagang dengan nilai di atas satu juta rupiah. Dalam hal ini pihak Dishub Lebak meminjamkan tempat juga pasti ada harus ada imbal baliknya. Bayangkan saja, biasanya kegiatan usaha itu berlangsung sebulan, tentunya pasti ada pemasukan buat orang dishub,” ungkap Jaenudin.

Kata Jaenudin, pihaknya tidak habis pikir dengan sikap Dishub Lebak itu yang melaksanakan pengelolaan aset daerah itu secara sepihak dengan melakukan peminjaman begitu saja.

“Saya juga tidak faham mekanismenya bagaimana, yang jelas lahan terminal itu milik pemerintah KabupatenLebak, sedangkan pengelola usaha itu kalangan swasta. Dan jika kalau ada pemasukan bagi Dishub ini masuk kemana. Atau mungkin ini hanya dilakukan oknum Dishub secara pribadi saja, ujarnya.(WDO)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment