Tips Hindari korsleting dan Terbakar Pada Mobil

SERANG, BANPOS – Meskipun sistem kelistrikan mobil sudah didesain sedemikian rupa untuk mengutamakan faktor keselamatan, namun pada kasus tertentu dapat mengakibatkan hubungan arus pendek atau korsleting, sehingga diharapkan pengguna tetap menggunakan kelistrikan standar pada kendaraan roda empat untuk menghindari korsleting yang berujung pada terbakarnya mobil.

Beberapa hari lalu sebuah mobil jenis minibus terbakar hingga menyisakan kerangka kendaraan di depan Mall Of Serang, Kota Serang, mobil yang tengah berada di tengah-tengah kemacetan tersebut diduga kuat mengalami korsleting listrik, hingga membakar bagain mesin kendaraan dan merabat pada seluruh bagian kendaraan.

Untuk menghindari peristiwa tersebut, berdasarkan tips yang dikelurkan oleh astraworld, pengguna kendaraan bermotor perlu memperhatikan beberapa hal terkait sistem kelistrikan mobil.

1. Pasang sekring tambahan jika menambah aksesori mobil, termasuk ketika memodifikasi lampu atau klakson. Sebaiknya jangan menggunakan jalur kabel standar yang tersedia di sistem kelistrikan mobil. Kemudian dihubungkan langsung dengan jalur kabel aksesori. Hal ini akan menambah beban arus pada kabel yang dilalui. Kabel yang kelebihan beban akan panas dan semakin lama akan mengeras dan bisa terbakar.

2. Gunakan bola lampu yang sesuai ukuran dayanya. Jika masih menggunakan sistem kelistrikan standar dari pabrikan, jangan mengganti bola lampu dengan daya yang lebih besar karena tidak lagi sesuai ukuran sekring dan kekuatan kabelnya. Apabila ingin menaikkan daya lampu untuk membuat cahayanya lebih terang, sebaiknya gunakan rangkaian tambahan yang berkualitas.

3. Lakukan pengecekan visual terhadap kondisi kabel-kabel pada sistem kelistrikan mobil, apakah ada kabel yang digigit tikus, terkelupas, atau kurang kencang. Jika menemukan kabel yang terkelupas, mengeras, meleleh, atau digigit tikus, segera bungkus dengan selotip khusus listrik. Segera minta bantuan teknisi di bengkel resmi untuk menggantinya.

4. Tambahkan pelindung kabel dan tempatkan kabel-kabel tambahan pada jalur yang presisi. Rangkaian tambahan umumnya akan membentuk jalur tersendiri di luar jalur kelistrikan standar pabrikan. Jalur tambahan ini lebih rawan gesekan antarkomponen. Jadi, perlu menambahkan pelindung kabel yang tahan panas dan tahan gesek agar kabel tidak mudah terkelupas atau meleleh. Di samping itu, penempatan rangkaian tambahan pada posisi yang presisi akan menjadikan kabel-kabel bertahan lebih lama.

5. Lakukan servis berkala secara rutin. Saat servis berkala pihak bengkel resmi akan mengecek sistem kelistrikan mobil, mencakup kondisi baterai dan fungsi-fungsi kelistrikan. Jadi, dapat dideteksi awal dan perbaikan jika ditemukan ada hal yang tidak beres pada sistem kelistrikan mobil, sebelum menjalar ke bagian yang lain.

Oleh karena itu guna menghindari korsleting pada sistem kelistrikan mobil, pengguna kendaraan roda empat disarankan tetap menggunakan sistem kelistrikan standar. Namun apabila hendak memodifikasi diharapkan menggunakan jasa mekanik yang ahli. (DIK)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment