a
Widget Image
kekerasan terhadap anak

Waspada!! Pandeglang Rawan Kekerasan Seksual Terhadap Anak

PANDEGLANG, BANPOS – Kasus kekerasan terhadap anak tiap tahunnya mengalami peningkatan. Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3KB) Pandeglang mencatat selama 2014 terjadi 24 kasus kekerasan terhadap anak.

Angka itu cenderung menurun jika dibanding pada 2015 yang terjadi 22 kasus. Namun, tahun ini hingga semester pertama saja, angka kekerasan anak sudah terjadi 16 kasus. Kasus tersebut didominasi pelecehan seksual.

“Trennya naik turun, sekarang belum akhir 2016 sudah mencapai 16 kasus,” ungkap Kepala BP3KB Pandeglang, Undang Suhendar seusai menghadiri acara peringatan Hari Anak Nasional di Pendopo Pandeglang, Kamis (15/9/2016).

Menurut Undang Suhendar, tingginya kasus kekerasan terhadap anak disebabkan karena kurangnya pendidikan terhadap anak di lingkungan masyarakat. Faktor lain yakni soal kemiskinan dan arus global yang tidak terkontrol menyebabkan kekerasan terhadap anak semakin meningkat dari tahunnya.

Ia menjelaskan, dari sekian kasus kekerasan terhadap anak sekitar 90 persen adalah kasus pelecehan seksual.

“Kebodohan, kemiskinan dan arus informasi global yang berpengaruh terhadap perilaku si pelaku dan 90 persen adalah kasusnya seksual,” jelasnya

Upaya mencegah dan mengurangi kasus tersebut, pihaknya meluncurkan program Three End yakni, akhiri kekerasan anak, akhiri penjualan anak dan akhiri kesenjangan ekonomi antara laki-laki dengan perempuan.

“Kami terus berupaya, makanya kami sekarang punya program Three End,” ungkap mantan Kepala Dindik Pandeglang 2009-2011 ini.

Langkah lain yakni dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya kekerasan terhadap anak. Bahkan pihaknya akan membentuk Satgas perlindungan anak hingga tingkat desa.

“Kami akan memberikan sosialisasi dan membentuk Satgas hingga tingkat desa,” ujarnya. (CR-2/ARI/EKY)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment