a
Widget Image
ilustrasi laporan keuangan

9 UPK Se-Kabupaten Serang Belum Terapkan Sistem IT

SERANG, BANPOS – Sebanyak sembilan Unit Pengelola Keuangan (UPK) di sembilan kecamatan se-Kabupaten Serang belum menerapkan sistem pengelola keuangan berbasis IT. Hal tersebut terjadi lantaran SDM-nya masih nyaman dengan sistem manual dan belum ada fasilitas pendukung.

Wakil Bupati Serang, Pandji Tirtayasa mengatakan, kemajuan teknologi memang tidak bisa dihindarkan termasuk dalam sistem pengelolaan keuangan di UPK. Kendati demikian, ternyata belum semua UPK di 29 kecamatan menerapkan sistem tersebut.

“Dari 29 UKP di 29 kecamatan se-Kabupaten Serang, ada sembilan UPK diantaranya yang belum berbasis IT untuk sistem pengelolaan keuangannya,” ungkapnya, Selasa (11/10/2016).

Meski dirinya belum menerima laporan secara rinci, namun salah satu UPK yang belum menerapkan sistem pengelolaan berbasis IT adalah UPK Kecamatan Pulo Ampel. Alasan, faktor SDM dan juga fasilitas yang belum tersedia.

“Tingkat kesehatan UKP-nya, kesiapan SDM juga karena orangnya di situ (di sembilan UPK, red) masih nyaman mengelola keuangan secara manual,” katanya.

Menyikapi kondisi tersebut, pihaknya berencana mengubah sistem di sembilan kecamatan itu untuk bisa beralih ke sistem berbasis IT. Menurutnya, penggunaan sistem berbasis IT membuat pengelolaan keuangan lebih rapi dan tertata.

Mantan Kepala Bappeda Kabupaten Serang ini mencontohkan, UPK Kecamatan Cikeusal yang sudah menerapkannya sejak lama. Kini UPK yang awalnya hanya diberi modal sedikit sudah berkembang dengan dana bergulir mencapai Rp3 miliar dari total dana bergulir seluruhnya mencapai Rp30 miliar.

“UPK Kecamatan Cikeusal yang sudah menerapkannya sejak lama. Jadi mereka mengecak uang masuk, uang keluar, hingga perputaran uang tinggal klik saja. Maka, tidak heran mereka pernah menjadi UPK terbaik kedua se-Indonesia pada 2009,” tandasnya. (DWA/EKY)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment