a
Widget Image
aki dan akb

AKI dan AKB di Kabupaten Serang Masih Tinggi

SERANG, BANPOS – Dinkes Kabupaten Serang merilis, bahwa angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) masih cukup tinggi. Hingga awal Oktober, kasus AKI mencapai 46 kasus dan AKB mencapai 132 kasus serta bayi sedang lahir sebanyak 110 kasus.

Kepala Dinkes Kabupaten Serang, Sri Nurhayati mengatakan, Indonesia masih menghadapi tantangan besar yaitu tetap tingginya AKI sebesar 359 per 100.000 kelahiran dan untuk bayi sebesar 34 per 1.000 kelahiran. Kondisi tak jauh berbeda pun terjadi di Kabupaten Serang dan tentunya perlu mendapat perhatian khusus.

“Jumlah kematian ibu dan bayi di Kabupaten Serang memang perlu mendapat perhatian khusus dari semua pihak. Target di MDG’s 2015 waktu itu AKI adalah 102 per 100.000 kelahiran dan bayi 23 per 1.000 kelahiran,” ujarnya, Rabu (19/10/2016).

Meski terbilang tinggi, trennya mengalami penurunan dibanding tahun 2015, dimana sepanjang kurun waktu 2015 terjadi 62 kasus untuk AKI dan 248 kasus untuk AKB serta 174 kasus kematian bayi sedang lahir.

“Kematain ibu dan bayi merupakan haisl dari berbagai interaksi berbagai aspek baik klinis, sistem pelayanan kesehatan, sosiali maupun faktor-faktor non kesehatan seperti pengetahuan ibu dan keluarga. Kemudian juga aspek rendahnya ekonomi keluarga,” urainya.

Untuk menekan AKI dan AKB, sambung dia, Pemkab Serang sudah meluncurkan program Jamkesda pada 2015. Program itu diperuntukan membantu pembiayaan kepada golongan risiko tinggi yaitu ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas dan bayi.

“Dalam perjalanannya program Jamkesda ini mendapat sejumlah kendala. Oleh karena itu diperlukan sosialisasi yang lebih proaktif seperti melibatkan sejumlah sektor-sektor lain seperti peran serta masyarakat,” tukasnya. (DWA/EKY)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment