a
Widget Image
perceraian

Angka Penceraian PNS di Pandeglang Meningkat

PANDEGLANG, BANPOS – Angka perceraian di kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Pandeglang tergolong tinggi. Hingga bulan Agustus 2016, sebanyak 56 ASN sudah diputuskan cerai dari pasangannya. Artinya, Setiap bulan rata-rata perkara yang diputuskan oleh Pengadilan Agama Pandegang sebanyak 8 kasus.

“Yang mengajukan cerai baik secara talak dan gugat di Pandeglang cukup banyak,” ungkap Humas Pengadilan Agama Pandeglang, Mas’ud kepada para awak media, Jumat (7/10/2016).

Ia memaparkan, beragam alasan seringkali menjadi penyebab kandasnya hubungan seorang PNS dengan pasangannya, seperti faktor ketidakcocokan, perselingkuhan dan ekonomi.

“Alasannya macam-macam, ada yang memang faktor ketidakcocokan. Tetapi sekarang mungkin zaman-zaman Medsos (Media Sosial) jadi media untuk berselingkuh,” jelasnya.

Sebelum diputuskan bercerai, sambung dia, pasangan yang menggugat selalu difasilitasi untuk bermediasi dengan tujuan hubungan mereka bisa harmonis kembali. Namun, selama proses mediasi dilakukan, belum ada satu pun Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berhasil rujuk kembali.

“Kita sebelumnya coba melalui proses mediasi, namun setelah dimediasi kedua tetap sepakat untuk cerai jadi kita tidak bisa menghalangi. Tetapi itu jarang berhasil, walau sudah mediasi tetapi tetap saja cerai,” terangnya, seraya menuturkan, bahwa sebagian besar ASN yang mengajukan gugatan cerai berasal dari kalangan tenaga pendidik dan hampir merata terjadi di semua kecamatan di Pandeglang.

Sementara itu, Kasubid Perundang-undangan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pandeglang, Herry Cahyadi mengatakan, kasus perceraian yang dialami oleh ASN, berpotensi mengganggu kinerja. Pihaknya pun kerap melakukan mediasi dengan PNS yang mengalami permasalahan dalam berumah tangga.

“Ada berbagai alasan yang bisa diajukan oleh ASN untuk bercerai, diantaranya Salah satu pihak berbuat zina, ditinggalkan 2 tahun tanpa ada kabar, dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga,” tukasnya. (CR2-EKY)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment