a
Widget Image
Ilustrasi

Aplikasi Mobile yang Melampaui Batas

BANPOS – “Joel, I’m calling you from a real cellular telephone. A portable handheld telephone.” Inilah kalimat pertama yang terucap saat Martin Cooper sang penemu telepon genggam, kala melakukan panggilan dengan embrio telepon seluler (ponsel) pertama di dunia pada 3 April 1973 kepada pesaingnya Dr. Joel S. Engel, yang menjabat kepala riset Bell Labs di New York kala itu.

Martin Cooper merupakan bagian dari tim insinyur Motorola yang sukses mengembangkan prototipe ponsel.

Setelah penemuan Martin, ponsel diproduksi massal dan tersebar ke berbagai penjuru dunia. Teknologinya pun kemudian berkembang pesat. Hadirnya internet secara luas pada era 1990-an, telah mengubah nasib ponsel lebih jauh lagi. Hingga akhirnya konsep ponsel pintar atau smartphone hadir menjelang abad ke-21, menjadi pegangan miliaran orang di muka Bumi saat ini.

Teknologi tidak pernah berhenti, smartphone pun memiliki berbagai “nyawa” yang memudahkan kehidupan manusia lebih mudah lagi, yang disebut sebagai aplikasi mobile.

Aplikasi berkembang di dalam sistem operasi device yang berevolusi dari hanya Symbian OS 1998, kemudian BlackBerry 2004, IOS 2007 hingga kemunculan Android pada 2009.

Kini orang cukup menyentuh layar ponsel pintarnya di manapun, dengan membuka aplikasi tertentu, maka segala urusan seperti memesan makanan, memesan jasa ojek, mencari jodoh, petunjuk arah, hiburan, olahraga, dan segala macamnya cukup ditemani dengan aplikasi-aplikasi. Ragam jenis aplikasi terus bermunculan dengan jutaan pilihan seiring bertambahnya ponsel, komputer tablet dan sejenisnya.

Ponsel Bertambah, Aplikasi Berlimpah

Perkembangan aplikasi mobile tidak terlepas dari keberadaan berbagai “toko” aplikasi atau pendistribusi aplikasi. Saat ini, ada dua platform global yang terbesar yaitu Apple App Store, yang melayani pengguna iOS dan Google Play sebagai aplikasi resmi untuk OS Android. Selebihnya, ada Amazon Appstore, Windows Store dan BlackBerry World.

Statista mencatat, hingga Juni 2016 jumlah aplikasi yang tersedia masih dipimpin oleh sistem operasi Android yang menyediakan 2,2 juta aplikasi mobile, disusul oleh Apple App Store dengan hanya 2 juta aplikasi.

Perkembangan jumlah aplikasi mobile terus bergerak cepat menunggu diunduh oleh miliaran pengguna ponsel di seluruh dunia. Toko aplikasi Google Play pada November tahun lalu hanya menyediakan 1,8 juta aplikasi mobile, jumlah ini sudah bertambah 200.000 aplikasi dibandingkan pada Juli di tahun yang sama.
Sementara itu, Apple Store pada Juli 2008 awalnya hanya punya 800 aplikasi, berselang beberapa tahun pada Juni 2015 sudah mencapai 1,5 juta aplikasi. Yang cukup mencengangkan, hingga Juni 2015 Apple Store sudah diunduh 100 miliar kali.

Emarketer, mencatat selama triwulan I-2016 saja aplikasi mobil yang diunduh dari iOS dan Android sudah mencapai 17,2 miliar, yang mencakup 11,1 miliar unduhan terhadap Android dan sisanya 6,1 miliar unduhan untuk iOS. Pendapatan bisnis aplikasi mobile global tahun lalu tercatat 41,1 miliar dolar AS, ditaksir akan menembus 101 miliar dolar pada 2020. Khusus di Indonesia, pada 2015 tercatat 118,2 juta dolar AS.

aplikasi mobile

Info grafis / TIRTO.ID

Peranan toko aplikasi ini tidak ada ada apa-apanya bila tak didukung dengan keberadaan smartphone plus internet. Berdasarkan Global Web Index pada 2015 yang dikutip smartinsights.com, sebanyak 80 persen pengguna internet menggunakan smartphone.

Keterkaitan keduanya juga dapat dilihat dari data ComScore pada 2012, yang menunjukkan total waktu yang dihabiskan pengguna smartphone, sebanyak 82 persen dihabiskan dengan masuk ke aplikasi mobile.

Ada berbagai ragam jenis aplikasi yang ada, antara lain terkait aplikasi personal, berita, utilitas dan produktivitas, gaya hidup dan belanja, travel dan navigasi, olahraga, kesehatan dan fitnes, pesan dan media sosial, musik dan hiburan hingga permainan.

Data Statista 2015 juga mencatat, aplikasi yang mengalami pertumbuhan paling pesat dalam hal waktu yang dihabiskan oleh pengguna smartphone adalah aplikasi yang terkait personal yang tumbuh 332 persen. Disusul oleh aplikasi mobil tentang pemberitaan yang naik 135 persen.

Aplikasi mobile tidak bisa lepas dari populasi smartphone di seluruh dunia. Statista mencatat pada 2014 diperkirakan 60 persen penduduk di muka bumi yang berjumlah sekitar 7 miliar telah menggunakan ponsel. Tahun depan diperkirakan pengguna ponsel mencapai 4,77 miliar pengguna dan pada 2019 ditaksir akan mencapai 5 miliar pengguna ponsel di seluruh dunia, dan akan terus bertambah di masa depan.

Para pengguna smartphone nantinya tidak hanya terbantu dengan keberadaan aplikasi mobile, tetapi para pengembang aplikasi akan semakin mempermudah para pengguna, termasuk tak perlu lagi pengguna bersusah-susah mengunduh berbagai aplikasi yang dikehendaki, tapi akan ada rekomendasi otomatis bagi sang penggunanya.

Internet dan aplikasi berpadu membantu manusia di dunia. Ke depan, aplikasi-aplikasi ini mungkin akan terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan manusia yang semakin beragam, dengan keberadaan smartphone di tangan mereka. Untuk ini, kita patut berterima kasih kepada Martin Cooper yang telah merancang “embrio” bernama ponsel. (TRT/EKY)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment