a
Widget Image
jalan-panimbang-munjul1

Banyak Kejanggalan, Penegak Hukum Didesak Usut Proyek Leger Jalan

SERANG, BANPOS – Banyaknya kejanggalan pada paket pendataan leger jalan, yang dikelola oleh Bidang Bina Teknis (Bintek) pada Dinas Bina Marga dan Tata Ruang (DBMTR) Banten, menimbulkan kecurigaan sejumlah kalangan. Masyarakat menilai, paket dengan total anggaran lebih dari Rp1 miliar tersebut sangat rawan dimanipulasi.

Seperti dikatakan Atet Iswandi, aktivis anti korupsi Banten. Kata dia, dengan dipecahnya anggaran Pendataan Leger Jalan hingga menjadi puluhan paket penunjukan langsung, mengindikasikan bahwa kegiatan tersebut memang sengaja dibuat untuk dibagi-bagikan ke kalangan tertentu. “Padahal kegiatan-kegiatan tersebut bernomenklatur sama, yakni Pendataan Leger Jalan, artinya tidak perlu dipecah,” ucapnya.

Menurutnya, pemecahan paket tersebut justru telah mengabaikan prinsip efisiensi keuangan negara, karena membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang banyak untuk pengawasannya. Sedangkan bila kegiatan tersebut hanya dijadikan satu paket saja, lanjut Atet, akan banyak menghemat tenaga dan juga keuangan negara.

“Sekarang kalau dipecah-pecah seperti ini, berapa banyak kontrak yang harus dibuat. Begitupun dengan tenaga pengawasnya, jumlah PNS yang ada di Bintek, saya yakini tidak akan mencukupi untuk melakukan pengawasan terhadap semua proyek tersebut,” paparnya.

Dengan begitu, lanjutnya, dia meyakini kegiatan tersebut banyak yang ‘bodong’ alias tidak dikerjakan sesuai aturan, karena minimnya pengawasan. Bahkan dirinya meyakini, ada kegiatan-kegiatan pendataan yang hanya berupa copy paste dari bidang yang lain.

“Hampir semua bidang di DBMTR memiliki data tentang jalan, jadi patut diduga pekerjaan leger jalan ini hanya akal-akalan saja,” ujarnya.

Karena itu, dia mendesak kepada aparat penegak hukum untuk mengusut pekerjaan Pendataan Leger Jalan ini. Dia menilai, pekerjaan tersebut sangat sarat manipulasi, yang mengakibatkan kerugian negara cukup besar. “Dari data yang ada di kami, perusahaan yang mengerjakan kegiatan tersebut setiap tahunnya hampir sama,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Leger Jalan pada DBMTR Banten, Anas, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pada tahun ini dirinya mengelola Pendataan Leger Jalan sebesar Rp1,7 miliar. Untuk lebih lengkapnya, Anas meminta, wartawan untuk bertemu dengan Kabid Bintek, Erik Suhono. “Besok aja kang, ketemu pak Kabid langsung. Sekarang saya sedang ada di luar,” ucap Anas, ketika dihubungi wartawan.

Diberitakan sebelumnya, kegiatan pendataan leger jalan, yang didanai melalui APBD Banten 2016, menimbulkan pertanyaan. Kegiatan yang dikelola Bidang Bina Teknis (Bintek) pada Dinas Bina Marga dan Tata Ruang (DBMTR) Banten, tersebut dinilai hanya membebani keuangan daerah saja.

Wawan, aktivis pemerhati keuangan negara, menyatakan bahwa penganggaran dana untuk pendataan leger jalan mencerminkan minimnya koordinasi antar bidang pada DBMTR.

Menurut Wawan, sebagaimana tugas pokok dan fungsi DBMTR, hampir semua bidang yang ada di DBMTR melakukan penanganan ruas jalan, yang secara otomatis memiliki data kondisi jalan yang sedang dan akan ditangani oleh masing-masing bidang tersebut.

“Jadi saya rasa DBMTR tidak perlu menganggarkan dana untuk pendataannya, toh semua bidang dan UPT (Unit Pelaksana Teknis) pasti sudah memiliki data jalan. Tinggal dikumpulkan saja dan datanya digabungkan dan dijadikan satu buku,” ucapnya.(EKI/ENK)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment