a
Widget Image
sejumlah Satpol PP Cilegon saat membongkar bangli Dijalan Kh Wasyid / DONI

Dapat Perlawanan, Satpol PP Cilegon Tetap Bongkar Bangli Dijalan Kh Wasyid

CILEGON, BANPOS – Sejumlah bangunan liar yang berada di Jalan Kh Wasyid, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, dilakukan penertiban oleh petugas Satpol Pp dibantu personil Polisi dan TNI. Meskipun mendapat perlawanan dari beberapa pemilik bangunan, namun petugas tetap melakukan pembongkaran sesuai dengan instruksi Asda I Kota Cilegon.

Taufiqurahman, Asda I Kota Cilegon mengatakan penertiban dilakukan guna memperlancar pembangunan proyek saluran drainase dan trotoar jalan yang sudah harus selesai sebelum akhir tahun ini.

“Yah kita sudah memberikan peringatan kepada pemilik bangunan supaya membongkar sendiri, tetapi kita tunggu berbulan bulan tidak di lakukan pembongkaran, sedangkan pembangunan proyek ini harus selesai pada akhir tahun ini, kalau tidak nanti menjadi masalah,” katanya saat ditemui wartawan Selasa, (11/10/2016).

Lanjut Taufiqurahman, mengungkapkan bangunan liar yang ditertibkan ini tidak akan mendapatkan uang ganti rugi oleh pemerintah kota Cilegon, pasalnya bangunan yang mereka dirikan bukan di tanah pribadi.

“Bangunan harus berjarak 16 meter dari badan jalan, yah maka dari itu kita lakukan pembongkaran ini karena menghambat pembangunan saluran drainase,” tuturnya.

Sementara itu, Chairul Hasan Kasi Perundang-undangan pada Satpol Pp Kota Cilegon mengatakan pihaknya hanya menjalani intruksi untuk melakukan pembongkaran di jalan Kh Wasyid yang berjumlah lima bangunan liar.

“Yah kita targetkan hari ini selesai untuk pembongkaran,” pungkasnya. (DON/RUL)

Share With:
Rate This Article
Comments
  • Bangunan yg dibongkar itu bukan bangunan liar,bangunan itu berdiri sejak jln didepan rmh tersebut masih 5meter lebarnya,dan memiliki surat tanah resmi AJB dng saksi2 almarhum camat serta almarhum lurah periuk. Bangunan yg di klaim oleh Asda I cilegon bukanlah bangunan liar,dan bukanlah PKL. Bagunan tersebut adalah rmh orng tua saya dan memiliki bukti kepemilikan serta membayar pajak. Bahkan 5 bangunan yg katanya mau ditertibkan memiliki surat2 resmi.Ini merupakan pelanggaran HAM serta tindak pidana pengerusakan dgn sengaja dan tanpa se izin pemilik sah. Arogan dan hanya membentuk pencitraan.Bahkan sdh ber bulan bulan jauh sebelumnya kami meminta agar dinas PU serta pihak terkait mengukur panjang tanah kami,akan tetapi tidaksatu pun yg berani yg mau mengukurny. menjadi pertanyaan ada apa ini? Apakah ini terkait rencana project water boom yg akan di buat di sekitar daerah tersebut? Jauh sebelumnya Asda I kota cilegon Taufik dgn arogan dtng dan menantang.sampai pembongkaran beberapa hari yg lalau Taufik tdk berani langsung dtng berdiridi depan rmh kami,tapi setelah dibongkar paksa dgn gagahnya meladeni para pewarta berita dgn pencitraan dan pembohongan publik dgn mengatakan lebar jln 16 meter,sementara jln yersebut bukanlah jalan protokol aset provinsi yg masuk dlm golonngan klasifikasi A, Ada apa semua ini, ? Pemberitaan yg berat sebelah tdk diambil dari dua sisi dan tidak mengkonfirmasi dgn pihak korban bongkar paks, tdk mengkonfrontir lurah atau camat setempat,apakah benar bangunan tersebut PKL atau bangunan liar,mohon lebih teliti dan berimbang dlm membuat pemberitaan,karena kami mengerti hak hak kami,hak menjawab,hak bertanya,sesuai dgn undang-undang yg berlaku.

    14 Oktober 2016

Leave A Comment