a
Widget Image
Ilustrasi / IST

Mengerikan, 33 Persen Sampah Di Banten Berserakan

SERANG, BANPOS – Sampah sejatinya akan banyak memberi bermanfaat jika dikelola dengan baik. Namun, tingginya biaya pengelolaan sampah kerap dijadikan alasan pemerintah daerah. Akibatnya sampah yang ada malah banyak membawa mudharatnya bahkan menjadi sumber musibah bagi masyarakat.

Untuk sekedar diketahui kondisi sampah saat ini di wilayah Provinsi Banten hanya 67 persen saja yang terkelola. Sementara sisanya berserakan dan kerap menjadi sumber penyakit dan musibah bagi masyarakat.

“Ya kedepan Pemerintah di seluruh wilayah Provinsi Banten harus meningkatkan anggaran dalam pengelolaan sampah. Karena saat ini sangat minim sekali sarana pengelolaan sampah. Apalagi, Bank Bank Sampah yang ada kurang tersosialisasikan dengan baik,” kata Direktur Bank Sampah, Agus S, Kementrian Lingkungan Hidup, saat dijumpai wartawan, kemarin dalam acara Sosialisasi Infrastruktur Hijau dan Pengelolaan Sampah, disalah satu rumah makan di Kota Serang.

Menurut Agus, saat ini seharusnya tidak ada lagi alasan bagi semua pihak baik pemerintah daerah dan masyarakat untuk mengelola sampah. Pasalnya, jika tidak dikelola dengan baik, maka sampah akan menjadi sumber bencana dan sumber penyakit bagi masyarakat.

Banyaknya sampah yang belum terkelola di Provinsi Banten diakui oleh Wawan Gunawan selaku Kabid SDM, Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Provinsi Banten. Menurut Wawan, saat ini sampah yang ada di Banten baru terkelola sebanyak 67 persen. Sementara sisanya masih berserakan karena belum terkelola.

“Benar, saat ini di Provinsi Banten masih ada 33 Persen sampah yang belum terkelola. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya minimnya kesadaran masyarakat. Maka dari itu, kami mengajak semua pihak untuk bersama sama membudayakan Bank sampah, karena dengan ini Sampah menjadi lebih terkelola,” kata Wawan.

Menurut Wawan, di Provinsi Banten saat ini hanya ada sekitar 400 Bank sampah, yang 300 diantaranya berada di Kota Tangerang. Sementara di 7 Kabupaten / Kota lainnya masih sangat minim. “Baru ada 400an, dan yang paling banyak di Kota Tangerang, untuk itu kami terus mendorong agar masyarakat berperan aktif dalam pengelolaan sampah,” tukasnya. (NED/RUL)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment