a
Widget Image
Opak Malingping / IST

Opak Malingping, Kuliner Renyah Yang Masih Digemari

LEBAK, BANPOS – Ciri klasik dari sebuah daerah diantaranya tersirat dari makanan khasnya. Di Banten selatan ada penganan bernama opak, makanan khas sunda yang sejenis dengan Kemplang Bangka. Di Kabupaten Lebak sendiri, pengrajin penganan berumur ratusan tahun ini berada di Desa Pagelaran, kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak. Dengan pusat penjualan di pasar Malingping dan sepanjang jalan Simpang-Bayah.

Kudapan kering renyah khas sunda yang sejenis dengan kerupuk ini terkenal sebagai makanan khas daerah, namun untuk menemukan pengrajin profesional tidaklah mudah. Tetapi jika kita berkunjung ke wilayah Lebak selatan, tepatnya di Malingping, makanan Opak ini justru mudah di dapat, di warung tradisional sampai yang jualan berderet di pinggir jalan. Itulah ciri Opak, makanan yang dimasak dengan cara dipanggang diatas bara api ini.

Terkait Opak Malingping, sebenarnya ini cukup terkenal, karena memiliki rasa dan aroma alami yang berbeda dengan opak yang diproduksi di daerah lain.

Suhaeroh, salah seorang warga Kampung Gembrong Desa Pagelaran Kecamatan Malingping kepada BANPOS mengaku, dirinya sudah terbiasa membuat opak. Katanya, sejak neneknya lalu ibunya semua pengrajin opak yang biasa dijajakan di pasar lama Malingping.

“Setiap seminggi dua kali saya membawa omset dagangan opak ke pasar Malingping atau ke lapak di pinggir jalan Simpang-Bayah,“ ujarnya.

Opak sendiri, kata Suhaeroh, terbagi dua jenis, yakni ada Opak dari bahan beras ketan dan Opak dari bahan singkong. Opak beras ketan terbagi lagi dua jenis yakni opak yang manis dan yang gurih. Begitu pula cara pembuatan dan bahan-bahanyapun terbilang gampang dan mudah didapat.

“Aduk tepung beras yang telah dibumbui dan dicampur air, lalu aduk dan dibuat adonan. Kemudian adonan dibentuk lembaran-lembaran tipis berbentuk opal lalu dikeringkan dua tiga hari.

“Kalau cuaca bagus, menjemur cukup dua hari, tetapi kalau cuca lagi musim hujan, mengeroingkannya bisa satu minggu”,. Terangnya, setelah kering, lembaran dipanggang di atas bara api hingga warnanya bengkak menguning, “, katanya.

Adapun mengenai penyajian khas makanan ini cukup simpel. Bisa dimakan langsung, atau bisa menjadi teman makan nasi seperti krupuk. Ading Subarna, salah seorang penyuka makanan opak di Malingping mengaku, bahwa dirinya dari kecil selalu suka makanan opak dan tidak pernah bosan. Terutama makanan ini banyak tersaji di acara hajatan, khitanan, lebaran atau acara hari besar keagamaan.

Bahkan, kata Dia, ada kekhasan tersendiri, yaitu makan opak beras yang gurih akan lebih nikmat jika dibarengi dengan tape beras. Selain ada ada juga yang makan opak ditemani sambal goreng.

“Ya, jika di hajatan atau saat lebaran, biasanya orang sini selalu menikmati makan opak beras gurih yang garing itu di makan bareng dengan tape beras, pokoknya enak sekali, coba dech rasakan,“ paparnya.

Sementara Sumiyah, salah seorang pengepul julanan Opak di Malingping menjelaskan, harga penganan ini cukup standar. Rp 5 ribu rupiah bisa dapat 15 biji.

“Jika belinya banyak, tentu akan lebih murah lagi. Pokokinya harganya sangat terjangkau, di Malingping sangat mudah mendapatkannya, bisa di pasar bisa juga yang jualan di pingir jalan Simpang-Bayah,” jelas Sumiyah. (WIDODO CH)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment