a
Widget Image
antri tabung gas

Pemkab Pandeglang Akan Terbitkan SE Terkait Larangan PNS Beli Elpiji 3 Kg

PANDEGLANG, BANPOS – Menyikapi langkanya gas elpiji tiga kilogram dalam beberapa bulan terakhir, Pemkab Pandeglang akan menerbitkan Surat Edaran (SE) yang melarang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan masyarakat dengan ekonomi mampu untuk membeli tabung gas bersubsidi tersebut.

Kabag Perekonomian Setda Pandeglang, Agus Makdum mengatakan, jika kelangkahan tabung gas melon terjadi karena kesadaran masyarakat masih minim, terutama masyarakat kelas menengah keatas.

Kondisi ini yang membuat Pemkab Pandeglang berinisiatif untuk menerbitkan SE yang melarang PNS untuk membeli gas tiga kilogram. Langkah ini sebagai langkah utama agar masyarakat yang tergolong miskin dapat menikmati gas bersubsidi.

“Untuk PNS nanti kami akan beri Surat Edaran yang bersifat larangan,” ungkapnya, Rabu (19/10/2016).

Meski SE tersebut bersifat larangan, pihaknya belum bisa memberikan sanksi apapun terkait PNS yang melanggar.

Untuk mengantisipasi kelangkahan tabung gas melon dipasaran, pihaknya pun akan mengajukan penambahan kuota untuk wilayah Pandeglang sebanyak 9.171.960 tabung pertahun karena jumlah 6.333.660 tabung pertahun masih dianggap kurang. Penambahan itu, dihitung dari jumlah penduduk miskin dari disdukcapil dan jumlah usaha mikro.

“Kalau jumlah rumah tangga miskin di kita sebanyak 334.945 dan usaha mickro 15.740 pengusaha. Ini menjadi tolak ukur kami,” urainya.

Sementara itu, Sekertaris Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Pandeglang, Oji Fahruroji menambahkan, jika kelangkahan tabung gas melon dipasaran disebabkan karena kurangnya kesadaran masyarakat.

Ia pun mendukung rencana Pemkab Padeglang yang akan menerbitkan SE larangan membeli tabung gas tiga kilogram bagi para PNS dan masyarakat mampu.

“Jika pola distribusinya sama seperti beras raskin, saya yakin pasokannya pasti akan tercukupi. Ini mah yang mampu membeli gas Elpiji tiga kilogram,” tukasnya. (CR-2/EKY)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment