a
Widget Image
Salah satu praktik galian tambang pasir ilegal di blok pantai Cihara yang berlokasi di bibir pantai muara sungai. Kini di sekitar kawasan itu sudah terjadi abrasi hebat. *** WIDODO CH/BANTEN POS ***

Polsek Panggarangan Akan Inventarisir Usaha Tambang Ilegal

PANGGARANGAN, BANPOS – Kepolisian sektor Panggarangan dalam waktu dekat akan mendata semua usaha praktik ilegal minning jenis galian C yang marak di dua kecamatan, yakni Kecamatan Panggarangan dan Cihara yang masuk wilayah hukum Polsek Panggarangan.

Disebutkan, di dua kecamatan tersebut pertambangan milik rakyat yang notabene ilegal sangat marak, mereka tidak mengantongi ijin resmi, terutama galian C seperti tambang pasir, tambang batu bara dan tambang emas.

“Inventarisasi sangat kami perlukan untuk mengetahui jumlah dan banyaknya pertambangan rakyat yang tidak memiliki ijin itu. Karena di wilayah ini terdapat tiga jenis praktek pertambangan, seperti batubara, galian pasir dan tambang emas. Sehingga kalau datanya sudah ada pada kami, ini akan mempermudah penanganan berbagai permasalahan jika terjadi apa-apa,” kata AKP Aan Suhanda kepada BANPOS belum lama ini.

Menurut Kapolsek, di wilayah kerjanya dipastikan praktik tambang ilegal cukup banyak, terutama galian C. Namun pihaknya belum memiliki data terkait dimana saja titik lokasinya dan siapa saja pemilik tambang tersebut.

“Ya, para pemiliknya itu akan kami undang semua untuk memberikan penjelasan soal data usahanya, luas lokasi dan jenis pertambangannya,” katanya.

Terpisah, salah seorang pengelola tambang rakyat jenis batu bara di Cihara yang tidak mau disebut namanya mengatakan, keberadaan usaha praktik tambang itu sebagai lahan usaha penghidupan warga setempat. Menurutnya, usaha warga itu dilakukan secara manual dan murni dilakukan oleh warga dengan hanya mengantongi ijin dari desa saja.

“ini satu satunya usaha warga disini yang lahan tanahnya juga punya pribadi. Dan warga di sini hampir kebanyakan cari penghidupan dari usaha tambang batu bara yang dijual kepada tengkulak yang biasa datang membeli,” Terangnya.

Belum lagi soal menempuh perijinan secara formal, itu hanya terkendala pada masalah administrasi saja, terutama soal biayanya.

“Kalau mau mengurus ijin khan harus besar biayanya, jadi di sini kami lakukan secara tradisional saja,” ungkapnya. (WDO)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment