a
Widget Image
Kepala Dindikbud Pandeglang, M Amri

Rasionalisasi Anggaran, Puluhan Program Dindikbud Pandeglang Dibatalkan

PANDEGLANG, BANPOS – Rasionalisasi anggaran yang dilakukan oleh Pemkab Pandeglang disejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkab, membuat sebagian program pembangunan fisik di setiap instansi tidaki bisa direalisasikan.

Di Dinas pendidikan dan Budaya (Dindikbud) Pandeglang misalnya, sebanyak 90 program fisik yang sudah direncanakan terpaksa dibatalkan karena rasionalisasi anggaran.

Kepala Dindikbud Pandeglang, M Amri mengatakan, puluhan program tersebut semuanya kegiatan fisik, seperti rehabilitasi gedung sekolah serta pembangunan baru.

“Kegiatan yang batal dilakukan itu semuanya sudah direncanakan, akan tetapi karena adanya rasionalisasi, terpaksa kami harus membatalkannya. Karena untuk anggaran program itu, sebagian besar dari Dana Aloaksi Umum (DAU),” ungkapnya, kamis (6/10/2016).

Ia memaparkan, jumlah anggaran yang terkena rasionalisasi sekitar Rp8 miliar lebih. Menurutnya, rasionalisasi anggaran membuat percepatan pembangunan terhambat.

“Kita harus mengikuti saja, karena memang kita juga memahami kalau DAU untuk Pandeglang ini ada penundaan oleh pemerintah pusat. Jadi Pemkab kesulitan anggaran,” katanya.

Saat ini, pihaknya hanya melakukan kegiatan fisik yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), dengan jumlah anggaran sekitar Rp10 miliar.

“DAK juga sebelumnya ada pemotongan, dari jumlah 12 miliar dipotong 10 persen yakni sebesar 1,2 miliar,” imbuhnya.

Menurutnya, kegiatan fisik dari DAK itu hanya untuk rehabilitasi gedung saja, itu pun hanya sebatas rehab ringan saja. Karena harus menyesuaikan dengan anggaran yang ada.

“Kegiatannya sebagian ada yang sudah berjalan dan ada juga yang belum, namun kami berharap semua kegiatan yang dilakukan dari DAK itu bisa berjalan dengan baik dan lancar,” tukasnya. (SUL/EKY)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment