a
Widget Image
Prades / IST

Rekrutmen Prades di Baksel Dituding Sarat KKN

BAKSEL, BANPOS – Perekrutan pegawai perangkat desa (Prades) di Kabupaten Lebak khususnya di wilayah Lebak Selatan (Baksel) dituding oleh sejumlah kalangan sarat dengan praktik Korupsi Kolusi dan Nepotisme. Selain itu, mereka juga menuding penerimaan perades di sejumah kecamatan di Baksel tidak transparan dan banyak ‘perades’ titipan.

Seperti diketahui, di pemerintahan desa di Kabupaten Lebak beberapa waktu lalu membuka penerimaan perades untuk di tempatkan sebagai pegawai desa ditingkat kepala urusan (Kaur) desa. Untuk masing-masing desa, ada kebutuhan perades disesuaikan dengan kebutuhan satu hingga dua perades.

“Ada beberap desa di kecamatan Baksel, yang proses perekrutan atau penerimaan Perades diduga sarat dengan praktik KKN, bahkan saya juga punya datanya,” kata aktivis pemerhati Baksel,di Malingping Maman Sulaiman, Jumat, (07/10/2016).

Dikatakannya, para calon Perades yang ikut dan lolos dalam seleksi diduga orang-orang pilihan dan titipan dari oknum desa. Hal ini dikuatkan, karena rekomendasi untuk calon perades dikeluarkan oleh Kepala Desa (Kades) sehingga dipastikan ada unsur suka tidak suka.

Tidak hanya itu, Maman juga menuding ada permainan uang dalam perekrutan perades di beberapa desa di wilayah Baksel. Ia juga mensinyalir, ada permainan atau kongkalikong oknum desa dengan pihak panitia kecamatan dalam proses perekrutan Perades.

“Saya juga sudah mendapat informasi, ada beberapa calon perades yang harus mengeluarkan uang di salah satu kecamatan jika ingin lolos dalam seleksi atau diterima sebagai perades,” ungkapnya.

Terpisah, Sekretaris Kecamatan Panggarangan yang juga selaku panitia penerimaan Perades, Jumheri kepada wartawan membantah jika ada unsur KKN dalam penerimaan atau perekrutan Perades di wilayahnya.

Jumheri mengklaim, bahwa proses mulai dari penerimaan hingga seleksi Perades di wilayahya tidak ada masalah dan berjalan lancar.

“Kalau di kecamatan Panggarangan saya pastikan tidak ada unsur KKN dalam proses perekrutan Perades. Apalagi ada kongkalikong dengan pihan panitia di kecamatan, nggak ada itu. Proses perekrutan dilakukan secara terbuka dan transparan. Dan mereka yang diterima sudah dua Minggu mulai bekerja,”, tepisnya. (WDO)

Share With:
Tags
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment