a
Widget Image
perppu kebiri

Resmi!! Perppu Kebiri Disahkan Jadi UU

JAKARTA, BANPOS – Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua UU nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak resmi disahkan menjadi UU dalam rapat paripurna DPR RI, Rabu (12/10/2016).

Perwakilan dari Fraksi Gerindra, Rahayu Saraswati mengatakan, pada intinya pihaknya setuju dengan pemberatan hukuman pidana bagi pelaku kekerasan seksual terhadap anak. Namun, berdasarkan masukan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), fraksinya menilai solusi tersebut tidak akan efektif.

“Untuk itu Fraksi Gerindra menolak Perppu nomor 1/2016 dan kami mendukung percepatan pembahasan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual di mana pemahaman terkait dengan definisi kekerasan seksual harus segera disosialisasikan ke masyarakat,” kata perempuan yang juga Anggota Komisi VIII DPR RI.

Sementara itu, Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Ledya Hanifa menjelaskan, hukuman kebiri bukanlah satu-satunya solusi yang bisa dilakukan untuk mencegah kekerasan seksual terhadap anak. Menurutnya, dalam rumusan pasal 81 ayat 5 Perppu nomor 1 tahun 2016, belum ada pengaturan yang jelas. Sehingga, teknis pelaksanaan belum sesuai dengan tujuan perlindungan anak.

“Kami melihat, Perppu ini perhatian kepada korban justru sangat minim, karena Perppu ini justru fokus pada pemberatan hukuman pelaku. Perppu ini tidak mengatur peran pengasuhan keluarga atas anak, padahal peran keluarga merupakan hal primer,” terangnya.

Sidang Paripurna yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI, Agus Hermanto sempat diskors setengah jam setelah mendengar sikap Fraksi Gerindra dan PKS. Karena sikap dua fraksi tetap tidak berubah, maka pimpinan sidang akhirnya menegaskan, karena mayoritas fraksi menerima Perppu Kebiri maka penolakan Fraksi Gerindra dan PKS hanya akan dijadikan sebagai catatan.

“Rapat paripurna menyetujui Perppu nomor 1/2016 tentang Perlindungan Anak menjadi undang-undang dengan catatan dari Fraksi PKS dan fraksi Gerindra,” tandasnya, diikuti ketok palu setelah mendapat persetujuan peserta rapat. (WID/RMOL/EKY)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment