a
Widget Image
Tubagus Chaeri Wardana (Wawan) / IST

Terbukti Korupsi, Wawan Hanya Divonis 1 Tahun Penjara

SERANG, BANPOS – Komisaris PT Bali Pacific Pragama, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan dinilai terbukti melakukan tindak pidana korupsi proyek RSUD Tangerang Selatan (Tangsel) dan sejumlah Puskesmas Tangsel tahun 2010-2012.

Suami dari Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany tersebut dinilai secara sah dan menyakinkan Pasal 3 Jo Pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 Jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

“Menjatuhkan pidana dengan pidana 1 tahun penjara dan denda sebesar Rp50 juta,” kata Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Serang Efiyanto, Selasa (19/10).

Jika denda tersebut tidak dibayar maka Wawan harus mengganti hukuman badan selama 3 bulan penjara. Selain itu, Wawan juga harus mengganti uang pengganti sebesar Rp4,17 miliar subsider 1 tahun hukuman badan. Kerugian negara kasus ini sendiri mencapai Rp9,6 miliar.

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejagung RI selama 1 tahun dan 6 bulan. JPU juga mewajibkan Wawan untuk membayar denda Rp50 juta subside tiga bulan kurungan.

Hal yang memberatkan karena Wawan melawan hukum dan tidak mendukung program pemerintah tentang pemberantasan korupsi. Wawan juga dinilai telah mencederai kepercayaan masyarakat Banten.

Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa berlaku sopan dalam persidangan dan mengembalikan kerugian keuangan negara. Atas putusan tersebut, Wawan yang terlihat mengeluarkan air mata tersebut menyatakan menerima atas putusan tersebut. “Menerima yang mulia,” kata Wawan.

Sementara itu, Tasjrifin M.A Halim selaku tim JPU Kejagung, mengaku pikir pikir terkait putusan tersebut. “Kami pikir-pikir yang mulia,” katanya. Sidang putusan kali ini sendiri berlangsung selama tiga jam lebih.

Untuk sekedar diketahui, jika Pada persidangan sebelumnya, Wawan menyerahkan aset kekayaannya sebesar Rp6,1 miliar. Sisa pengembalian keuangan negara dititipkan kepada jaksa penuntut umum.

Sebelumnya diberitakan Wawan terlibat kasus korupsi itu karena proyek tersebut dikendalikan oleh Manager Operasional PT Bali Pasicific Pragama (BPP) Dadang Prijatna. Dadang memonopoli proyek tersebut bersama Kepala Dinas Kesehatan Tangsel Dadang M Epid berupa plottingan diduga atas perintah Wawan.

Atas kasus korupsi tersebut, lima orang sudah diadili dan dijebloskan ke dalam penjara. Kelimanya itu adalah Mamak Jamaksari sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK), Neng Ulfa (Panitia Lelang), Supriatna Tamara alias Athiam Komisaris PT Trias Jaya Perkasa, Hardian Koosnadi Komisaris PT Mitra Karya Rattan dan Desy Yusandi Direktur PT Bangga Usaha Mandiri.

Majelis hakim pengadilan tipikor pada PN Serang yang mengadili kelimanya menilai mereka telah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan telah melakukan pemukatan jahat dalam meloloskan paket pekerjaan proyek yang terafiliasi dengan perusahaan milik Wawan.

Pengerjaan proyek tersebut diketahui bermasalah karena tidak sesuai dengan spesifikasi dan menimbulkan kerugian keuangan negara dalam hal ini Pemerintah Kota Tangsel.

Oleh majelis hakim kelimanya dianggap telah terbukti melanggar Pasal 3 juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 Jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana. (NED)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment