a
Widget Image
Kondisi terminal Bayah yang dibiarkan tidak diurus, jika hujan turun, air leuncang akan menggenang seperti situ. Poto diambil, Kamis (13/10) *** WIDODO CH/BANTEN POS ***

Terminal Bayah Tak Terurus, Jika Hujan Jadi Genangan Air Leuncang

BAYAH, BANPOS – Karena dibiarkan tidak dipelihara, saat ini kondisi terminal antar kota di Bayah terlihat memprihatinkan. Betapa tidak, keadaan yang kumuh, penuh kotoran hewan dan sarat coretan seperti saling melengkapi.

Parahnya lagi, di bagian tempat ngetem angkutan umum (angkum) selalu terlihat digenangi air leuncang, tak ubahnya seperti situ kecilam terminal. Kondisi ini, tentu saja membuat tidak nyaman para penumpang sehingga keadaan terminal selalu sepi.

Menurut Sumardi, warga Bayah, kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama namun tetap dibiarkan tanpa ada perbaikan dari instansi terkait.

“Sepertinya saluran airnya tidak berfungsi, ini sudah lama dibiarkan. Lihat saja, gedung kantornya yang kumuh dan tempat ngetem angkum mirip situ,”, kata Sumardi, Kamis (13/10).

Dikatakan, kalau hujan turun pasti kubangan leuncang itu akan menutup hamparan parkir terminal. Terang dia, hampir sebagian halaman terminal digenangi oleh air sehingga terlihat seperti empang. Bahkan, kantor yang tidak pernah selalu dihuni kambing.

“Penumpang tidak akan masuk terminal, karena kondisinya yang dibiarkan tidak terurus jelas membuat ketidaknyamanan. Penumpang lebih memilih nunggu angkum di luar terminal. Soalnya, kondisinya kumuh dan rarujit,”, ungkapnya. Seraya meminta dinas terkait agar segera turun tangan agar keadaan terminal itu menjadi layak.

Saat dihubung melalui telepon selulernya, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lebak, Al Kadri, kontaknya selalu dalam keadaan tidak aktif. (WDO)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment