a
Widget Image
Tampak pabrk semen merah putih PT Cemindo Gemilang, Bayah *** WIDODO CH***

Warga Resahkan Aktivitas Blasting di PT CG

BAYAH, BANPOS – Sejumlah warga di Desa Pamubulan, Kecamatan Bayah, mengeluhkan aktivitas blasting atau kegiatan peledakan yang tengah dilakukan pihak perusahaan pabrik semen merah putih PT Cemindo Gemilang (CG). Pasalnya, kegiatan tersebut berdampak buruk terhadap lingkungan, warga merasa resah.

Bahkan, beberapa rumah di desa tersebut mengalami retak-retak akibat getaran yang diakibatkan ledakan. Parahnya, kegiatan yang membayahkan lingkungan itu dilakukan tanpa sosialisasi terlebih dahulu.

“Kalau yang sekarang itu tidak pernah ada sosialisasi sama sekali, eeh, tau-tau diledakan saja. Bayangkan sudah banyak rumah warga di Pamubulan yang retak dindingnya karena getaran ledakan yang ditimbulkan kegiatan blasting di pabrik semen itu,” ujar salah seorang warga desa setempat, kepada BANPOS, Minggu (16/10/2016).

Kata dia, meskipun ada upaya ganti rugi dari pihak perusahaan, namun warga tetap merasa sudah terganggu, sebab kegatan yang dilakukan pihak perusahaan itu tidak disosialisasikan terlebih dahulu.

Dikatakan, dahulu pertama kali dilakukan kegiatan blasting pihak perusahaan menyosialisasikan kepada masyarakat melalui aparat desa. Sehingga pada saat itu, lanjutnya, warga sudah mempersiapkan diri menghindar dari bangunan yang sekiranya membahayakan.

“Coba bayangkan, kalau saja ketika dilakukan kegiatan blasting tiba-tiba rumah warga ambruk, sementara warga tidak tahu kalau mau ada kegiatan itu. Nyawa warga terancaman juga atuh,” tandasnya.

Saat ini, terangnya, pihak perusahaan sudah mulai menginventarisir kerusakan rumah warga yang diakibatkan kegiatan blasting itu. Menurut informasi, rencananya akan diberikan ganti rugi kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan.

“Tapi yang kami sayangkan kenapa kegiatan seperti itu tidak disosialisasikan dulu. Itu khan kegiatan yang membahayakan warga yang berada dilingkungan perusahaan, “, tegasnya.

Sementara Agus Firman, penggiat sosial di Bayah, saat diminta komentarnya oleh BANPOS, ia berharap agar PT CG melakukan sosialisasi serius dengan warga, terutama yang kena imbas blasting itu.

Menurut Agus, ini bukan persoalan semua beres dengan konpensasi, tetapi yang lebih penting untuk warga yang tinggal di sekitar lingkungan pabrik itu dapat kenyaman tanpa kecemasan terus-terusan.

“Sosialisasi tetap harus ada, namun permasalahannya jangan melulu diselesaikan dengan bentuk materi. Tolong fahami pak, ini menyangkut resiko nyawa dan juga kenyamanan lingkungan jangka panjang warga, jadi kalau ada sosialisasi jangan hanya seremonial saja,” papar Agus.

Sementara itu, General Manager Support PT CG, Sigit Indrayana, belum berhasil dimintai keteranganannya. Berkali-kali dihubungi melalui kontak telepon dan wattsap-nya tidak menjawab. (WDO)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment