a
Widget Image
Istimewah

Waspada, Bencana Garut Bisa Terjadi Di Banten

SERANG, BANPOS – Potensi bencana banjir bandang yang terjadi di Garut beberapa waktu yang menewaskan puluhan orang bisa terjadi di Provinsi Banten. Pasalnya, kondisi gundulnya gunung dan hutan di Garut, juga terjadi di Provinsi Banten.

Hal ini dibuktikan dengan kondisi terkini di tiga gunung yang ada di Banten atau yang biasa disebut Akarsari, yang meliputi Gunung Aseupan, Gunung Karang dan Gunung Pulosari. Ketiga gunung yang saat ini menjadi paru-paru Banten ini, kini kondisinya memprihatinkan karena pembalakan liar yang terjadi daerah penyangga dan hutan-hutan dilereng gunung.

Hal ini diungkapkan koordinator aksi relawan gabungan Banten untuk bencana Garut, E Sudrajat kepada BANPOS, menurutnya, pengalihan fungsi hutan di kawasan Akarsari menjadi daerah garapan penduduk tidak pernah d gubris oleh pemerintah. Bahkan, menurutnya hal itu seolah-olah d biarkan oleh Pemerintah setempat.

“Sedangkan kita tahu bahwa tiga gunung itu adalah paru-paru Banten dan semestinya tidak ada boleh ada pembalakan hutan disana. Tapi kenyataannya tidak seperti itu,” tutur Jeje sapaan akrab E Sudrajat.

Menurut Jeje, kondisi gundulnya hutan diketiga lereng gunung itu adalah bom waktu atau celengan bencana. Bahkan, jika tidak ada upaya pembenahan dan penegakan hukum bagi pembalak kejadian bencana banjir bandang Anyer dan Carita beberapa waktu lalu akan kembali terjadi bahkan dalam volume yang cukup besar.

“Karena adanya pembiaran, terbukti anyer, carita, mancak 2 bulan yang lalu sudah mulai kena banjir bandang. Ini jelas karena gundulnya hutan-hutan di tiga gunung itu,” terang Jeje.

Jeje menjelaskan jika aksi kemanusiaan relawan gabungan Banten untuk Garut beberapa waktu lalu yang dilakukannya semata-mata karena panggilan nurani untuk mengabdikan diri kepada negeri tercinta.

“Kami baru saja selesai operasi kemanusiaan di Garut dan Sumedang. Satu bulan yang lalu juga kami operasi kemanusiaan di Mancak dan Anyer selama 13 hari. Ini murni keterpanggilan kemanusiaan. Tidak ada yang bayar dan ini cara kami mengabdikan diri utuk negeri tercinta Indonesia. Terlebih ini kado ulang tahun buat Provinsi Banten, kedepan pemimpinnya harus lebih perduli terhadap alam,” pungkas Jeje. (NED)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment